Rembug Stunting Nagari Salimpat
Selasa, 09 Juni 2026 bertempat di Aula Pertemuan Nagari Salimpat Kecamatan Lembah Gumanti yang dihadiri oleh Camat Kecamatan Lembah Gumanti, Kepala Puskesmas Lembah Gumanti, TAPM Kabupaten, Pendamping Desa, PJ Wali Nagari, Kader Posyandu, Bidan Desa, Guru PAUD, Kader Pembangunan Manusia (KPM).
"Rembug Stunting merupakan forum musyawarah yang sangat krusial di tingkat desa/nagari untuk menyusun program pencegahan dan penanganan masalah stunting (gangguan pertumbuhan pada anak akibat kurang gizi).
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Nagari dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting.
Tujuan utama adalah :
1. Merumuskan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam pencegahan stunting.
2. Menganalisis hasil pemetaan indikator konvergensi stunting (layanan kesehatan, sanitasi, air bersih, gizi, dan pola asuh).
3. Menyusun dan menyepakati usulan kegiatan prioritas yang akan dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Pianggu tahun anggaran T.A 2027.
Rembug Stunting di laksanakan bukan sekadar formalitas pertemuan, melainkan sebuah langkah strategis yang membawa harapan besar bagi masa depan masyarakat nagari.
Secara umum, berikut adalah harapan-harapan utama dari dilaksanakannya Rembug Stunting :
1. Zero Stunting di Nagari Salimpat. Harapan paling mendasar adalah menurunkan angka stunting secara signifikan, bahkan mencapai target Zero Stunting (nol kasus baru). Dengan deteksi dini dan intervensi yang tepat, diharapkan tidak ada lagi anak-anak di Nagari Sirukam yang mengalami gagal tumbuh akibat masalah gizi.
2. Terwujudnya "Konvergensi" (Satu Komando, Satu Tujuan)Seringkali penanganan stunting berjalan sendiri-sendiri. Melalui rembug ini, harapannya terjadi keterpaduan lintas sektor. Bidan desa, kader Posyandu, pemerintahan nagari, hingga tokoh masyarakat bisa bersinergi, sehingga bantuan dan program yang diturunkan menjadi tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
3. Alokasi Anggaran Nagari yang Tepat Sasaran.Harapannya Dana Desa dan anggaran nagari benar-benar berpihak pada pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat. Rembug ini memastikan bahwa anggaran yang keluar nantinya berbasis data riil di lapangan, seperti Pembangunan jamban sehat, pengadaan air bersih, Peningkatan Kapasitas remaja putri, Parenting untuk orang tua PAUD, pengadaan posyandu remaja, Sosialisasi kesekolah-sekolah tentang dampak putus sekolah dan lanjut sekolah, pengadaan posyandu gizi di PAUD, dan pengadaan Ambulan Nagari.
4. Peningkatan Kesadaran kolektif (Sadar Gizi).Masalah stunting erat kaitannya dengan pola asuh dan pola makan. Harapan besarnya adalah terbangunnya kesadaran di tingkat keluarga (terutama orang tua, ibu hamil, dan remaja putri) mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), konsumsi makanan bergizi, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
5. Lahirnya Generasi Emas dari Nagari Salimpat untuk jangka panjang, anak-anak yang bebas dari stunting akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan memiliki daya saing tinggi. Keberhasilan rembug hari ini adalah investasi besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dari Nagari Salimpat di masa depan.




Komentar
Posting Komentar